Kabupaten Tanah Datar terletak di tengah-tengah Provinsi Sumatera Barat yang memiliki ketinggian rata-rata 400 sampai 1000 meter di atas permukaan laut. Kabupaten Tanah Datar terletak di antara dua gunung, yaitu Gunung Marapi dan Gunung Singgalang. Kondisi topografi ini didominasi oleh daerah perbukitan, serta memiliki dua pertiga bagian Danau Singkarak. Tempat wisata sejarah yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar antara lain Istana Pagaruyung, Balairuang Sari, Puncak Pato, Prasasti Adityawarman, Batu Angkek-angkek, Rumah Gadang Balimbing, Kincir Air, Batu Basurek, Nagari Tuo Pariangan, Fort Van Der Capellen, Batu Batikam, dan Ustano Rajo.

  • Istano Basa Pagaruyung, berlokasi di Kenagarian Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Istana sendiri merupakan bangunan yang menyerupai rumah adat  Minangkabau yaitu Rumah Gadang. Dilengkapi dengan Surau, Tabuah Larangan, Rangkiang Patah Sambilan, Tanjung Mamutuih dan Pincuran Tujuah. Komplek Istano Basa Pagaruyuang mulai dibangun dan diperkenalkan sebagai tempat wisata budaya pada tanggal 27 Desember 1976. Meskipun tidak dibangun di lokasi aslinya, namun bangunan istana tersebut dibuat sesuai dengan pedoman istana asli. Perlu diketahui, istana asli yang bertempat di Bukik Batu Patah telah dibakar habis oleh tentara VOC Belanda pada medio 1804. Lalu, sempat terbakar pula pada tahun 2007 yang lalu karena tersambar petir. Istano Basa Pagaruyuang mulai dibuka kembali untuk tempat wisata budaya sekitar tahun 2013.

Camera 360

Foto: Istano Basa Pagaruyung

  • Batu Batikam, menurut cerita yang diyakini masyarakat setempat,Batu Batikam  merupakan bekas tusukan keris milik Datuak Parpatiah Nan Sabatang (tokoh adat minang) yang menjadikan Batu Batikam sebagai simbol perdamaian antar pemimpin yang berkuasa pada masa itu. Cerita lain menyatakan bahwa peninggalan sejarah ini dahulu kala merupakan suatu tempat musyawarah para kepala suku. Hal lain yang menambah keunikan Batu Batikam adalah adanya sebuah pohon beringin yang sangat besar di sekitar kawasan tersebut.

4728730

Foto: Batu Batikam

  • Batu Angkek-angkek, unik karena beratnya yang berubah-ubah setiap kali diangkat dan karena sejarah unik. Orang yang ingin mengangkatnya harus mengucapkan niat dan membaca doa terlebih dahulu. Tidak semua orang mampu meletakkan Batu Angkek-angkek ke pangkuannya. Jika masih penasaran, anda bisa terus mencoba dan pemandu wisata akan menyuruh anda untuk membaca sebuah doa hingga akhirnya batu bisa diangkat.

batu-angkek-angkek-

Foto: Batu Angkek-angkek

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *